Perginya Burung Merak.
KENANGAN DAN KESEPIAN
Rumah tua
dan pagar batu.
Langit di desa
sawah dan bambu.
Berkenalan dengan sepi
pada kejemuan disandarkan dirinya.
Jalanan berdebu tak berhati
lewat nasib menatapnya.
Cinta yang datang
burung tak tergenggam.
Batang baja waktu lengang
dari belakang menikam.
Rumah tua
dan pagar batu.
Kenangan lama
dan sepi yang syahdu
Salah satu sajak Ws Rendra yang ngena banget disaat aku kangen ma kampung halaman, dengan suasana desa perawan dan udara segar. Semakin menambah haru ingatanku pada sosok orang tua di rumah.
Terima kasih willy, kau sudah buatkan aku sajak yang begitu indaa ini. aku mengenalmu sejak aku maish SMP, dari situ aku sedikit mengenal permainan kata yang kau mainkan, hingga aku ingin menirunya, aku hanya bisa sebatas amatir yang aku nikmati sendiri. aku sudah memposisikan dirimu sebagai seorang Chairil Anwar dan aku sangat bangga Indonesia mempunyai sosok sepertimu, berjuang dalam sajak dan kata. menyindir masa aroganisme pemerintah waktu itu.








