Terusan dari masing-masing arti sederhana dari artikel saya yang disini, saya ingin share sedikit artikel yang saya dapatkan juga dari internet. salah satu hal pokok didalam agama yaitu Sholat. bukan hanya sebagai pintu Rizky, tetapi sholat adalah sebuah tiang agama yang harus terus di dirikan.
berikut ini saya cantumkan artikel bagus yang telah di tulis oleh muhammad Shalih Al- Utsmani. semoga berguna.!!

Oleh: Muhammad Shalih Al – Utsmani

Sholat adalah rukun Islam yang kedua dan ia merupakan rukun yang sangat ditekankan sesudah kalimat shahadat

Sholat adalah penghubung antara hamba dengan Rabbnya. Nabi Muhammad SAW bersabda :

اَحَدُ كُمْ اِذَا صَلَّى يُنَا خِى رَبَّهُ

Artinya: “Sesungguhnya jika seseorang dari kamu sholat, ia bermunajat kepada Rabbny” (HR Bukhari)

Sholat merupakan taman ibadat yang didalamnya penuh segala yang menyenangkan, yaitu: Takbir yang mengawali sholat; berdiri dimana orang yang sholat membaca kalamullah. Lalu ruku’ mengagungkan Rabbnya, kemudian berdiri dari rukuk memenuhi dengan pujian kepada Allah, sujud mensucikan nama Allah yang Maha Tinggi, dan memohon kepadanya dengan do’a. Lalu duduk berdoa dan mengucapkan kalimat persaksian (tasyahud) bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta RasulNya. Kemudian mengakhiri dengan ucapan selamat (salam).

Sholat merupakan bentuk permohonan pertolongan dalam berbagai misi atau fungsi. Mencegah dari perbuatan keji dan Munkar. Allah berfirman:

يَااَيُّهَاالَّذِ يْنَ اَمَنُوْااسْتَعِيْنُوابِالصَّبْرِ والصَّلَوةِ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan kesabaran dan sholat”. (Al Baqarah :153)

Firman Allah lainnya:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتَبِ وَاَقِمِ الصَّلًوةَ إِنَّ الصَّلًوةَ تَنْهًى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَ

Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur’an; Dirikanlah Sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar..”. (Al Ankabut: 45)

Sholat adalah cahanya hati orang mukmin dan pada hari mereka dikumpulkan di padang maksyar.

Sholat merupakan kesenangan serta penghibur diri orang beriman. Nabi Muhammad bersabda:

جُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِى فِيْ الصَّلاَةِ

Artinya : “Aku menjadikan sholat sebagai penghibur diri.” (HR Ahmad dan Nasa’i)

Sholat adalah penghapus kesalahan (dosa) serta penutup kejelekan. Nabi Bersabda : “Tahukah kamu sekalian, seandainya di depan pintu salah seorang diantara kalian ada sebuah sungai, dimana ia mandi lima kali setiap harinya, apakah masih ada kotoran yang melekat di badannya? Mereka para sahabat menjawab: Tidak ada kotoran yang tinggal sedikitpun. Nabi bersabda: Maka demikian umpama sholat lima waktu; Allah menghapuskan semua ksalahan (dosa) dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sholat lima waktu dan sholat Jum’at merupakan kafarat (penebus) dosa yang diperbuat diantaranya, selama tidak diperbuat dosa besar” (HR. Muslim)

Ibnu Mas’ud mengatakan ” Siapa yang suka bertemu dengan Allah sebagai Muslim di hari esok, maka hendaklah ia menjaga sholat lima waktu dimana dikumandangkan panggilan untuknya. Karena sesungguhnya Allah mensyariatkan kepada Nabi kamu sekalian sebagai jalan menuju petunjuk, dan sesunggunya sholat lima waktu itu merupakan bagian jalan kepada petunjuk tersebut. Seandainya kamu mengerjakan sholat di rumah, sebagaimana dilakukan orang-orang yang meninggalkan sholat jama’ah ini, sungguh kamu sekalian telah meninggalkan sunnah Nabimu. dan jika sunnah nabimu telah kalian tinggalkan, maka sungguh kalian tersesat. Tidakkah seseorang bersuci dan dia membaikkannya, kemudian menyengaja ke masjid, melainkan Allah tulis baginya satu kebaikan dalam setiap langkahnya dan Allah tinggikan derajatnya serta dengannya Allah hapuskan kejelekan. Dan sungguh menurut pengetahuan kami, tidaklah tertinggal dari shalat jama’ah melainkan orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya. Dan,sungguh ada orang yang dituntun dengan diapit dua orang hingga diberdirikan dalam barisan sholat.” (HR. Muslim)

Khusuk dalam sholat yaitu: menghadirkan pikiran sepenuhnya dan tetap menjaganya, merupakan salah satu penyebab masuk ke surga.

Allah SWT berfirman:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ. اَلَّذِيْنَ هُمْ فيِ صَلاَتِهِمْ خَشِعُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكًًوةِفًًعِلُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُجِهِمْ حًًفِظُوْنَ. اِلاَّ عََلًًى اَزْوَاجِهِمْ اَوْمَا مَلَكَتْ اَيْمََانِهِمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ. فَمَنِ ابْتَغًًى وَرَآءَذًًلِكَ فَاُوْلًًئِكَ هُمُ الْعًًدُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمًًنًًتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رًًعُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلًًى صَلًًوتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ. اُوْلًًئِكَ هُمُ الْوَرِثُونَ. اَلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِهَا خَلِدُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu: orang-orang yang khusuk dalam sholatnya dan orang-orang yang berpaling dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal didalamnya.” (Al Mu’minun : 1 – 11)

Ikhlas kepada Allah SWT semata dalam sholat, serta pelaksanaannya sebagaimana yang ada dalam sunnah. Keduanya merupakan syarat asasi untuk diterima oleh Allah SWT. Nabi bersabda : “Shalatlah kamu sebagaimana shalatku.” (HR Bukhari)

Sumber: Fatawa Hamma Wa Risalah Fii Sifati Sholatin Nabi SAW.